Jumatan Dapat Unta atau Telur?

Safii Ahmad
3 Min Read

Setengah jam sebelum azan zuhur, sekitar pukul 10.30 waktu setempat, biasanya di masjid-masjid dibunyikan murottal Alquran. Bacaan tersebut sebagai penanda agar orang-orang yang wajib shalat jumat dan sedang bekerja bergegas dan bersegera ke masjid. Sebagian ada yang berjalan cepat supaya dapat unta, sebagian lagi tetap santai dan rela mendapat telur ayam saja.

Sebenarnya, bagaimanakah cara menetapkan seseorang mendapat pahala unta atau pahala telur ayam?

Masyhur sekali sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

Artinya “Siapa saja yang berangkat sholat Jumat pada jam pertama, seakan-akan berkurban dengan seekor unta. Siapa saja yang berangkat pada jam kedua, seakan-akan berkurban dengan seekor sapi. Siapa saja yang berangkat pada jam ketiga, seakan-akan berkurban dengan kambing bertanduk. Siapa saja yang berangkat pada jam keempat, seakan-akan menghadiahkan seekor ayam jantan. Siapa saja yang berangkat pada jam kelima, maka seakan-akan menghadiahkan sebutir telur. Setelah imam keluar, maka catatan amal sudah ditutup, qalam pencatat sudah diangkat, dan para malaikat berkumpul di mimbar untuk mendengarklan zikir. Siapa saja yang datang setelah itu, maka ia datang hanya untuk memenuhi hak sholat dan tidak mendapatkan keutamaan apa-apa, (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadis di atas, banyak umat muslim seolah berebut pahala berkurban unta, padahal mereka berangkat ke masjid setelah mendengar suara murottal Alquran yang umumnya dikumandangkan setelah pukul 10.30 ke atas.

Dalam kitab Fathul Muin fasal Salat Jumat halaman 42 terdapat penjelasan sebagai berikut, “Sebenarnya, waktu antara terbitnya fajar (pada hari jumat) dan keluarnya khotib terbagi menjadi enam secara rata.”

Penjelasan kitab Fathul Muin tersebut, bisa disimulasikan sebagai berikut: katakanlah terbit fajar pukul 06.00 dan keluarnya khotib pukul 12.00 maka bisa dijelaskan seperti tabel di bawah ini

Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan cukup sulit mendapatkan pahala seperti berkurban unta karena harus berangkat pagi sekali. Kebanyakan kita berangkat ke masjid di atas pukul 10.00. berdasarkan table di atas, kemungkinan terbesarnya kita mendapat pahala berkurban burung atau telur.

Karena ini ranah fikih, terbuka kemungkinan perbedaan ulama dalam memahami hadis di atas. Sebagimana yang termuat di website nu online berikut ini.

“Pendapat berbeda dikemukakan oleh Imam Malik, ulama mazhab Maliki, Qadhi Husain, dan Imam Haramain yang merupakan pengikut Imam Syafi‘i. Menurut mereka, maksud jam pertama di sana adalah beberapa saat setelah tergelincir matahari. Dasarnya, kata râha atau rawah sendiri, menurut mereka adalah berangkat setelah tergelincir matahari.” ( https://islam.nu.or.id/jumat/keutamaan-berangkat-shalat-jumat-lebih-awal-tDJxv)

Demikian paparan mengenai harapan mendapat pahala unta hingga telur ayam pada hari Jumat. Semoga kita dimampukan oleh Allah untuk memeroleh pahala terbesar. Wallahu a’lam.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan