Hal-hal Sholat Qodho’

Faqirul Ilmi
2 Min Read

Melakukan sholat hukumnya wajib bagi tiap-tiap orang islam yang mukallaf.  dan  kewajiban ini sudah berlaku sejak Nabi Muhammad saw melakukan isra’ dan mi’raj, mulai dari masjid Haram ke masjid Aqso hingga naik ke siratal muntaha. Bertepatan pada tanggal 27 rajab 3 bulan 10 tahun kenabian  [Fathul Muin Hal.3].

Ketika kewajiban sholat tersebut di tinggalkan maka hukumnya berdosa. dan wajib untuk segera menggantinya (qhodo’), apabila meninggalkan tanpa adanya udzur. Dan apabila meninggalkannya dengan adanya udzur maka sunnah untuk segera mengqhodo’nya.

قال شيخنا أحمد بن حجررحمه الله تعالى والذي ظهر انه يلزمه صرف جميع زمنه للقضاء ما عدا ما يحتاج لصرفه فيما لا بدّ له منه وانه يحرم عليه التطوع انتهى

Menurut syekh Ahmad ibnu hajar al-haitami “hukumnya  jelas, sesungguhnya orang yang meninggalkan sholat tanpa udzur, wajib menggunakan seluruh waktunya untuk mengqhodo’ sholatnya, kecuali selain waktu yang di perlukan untuk mengerjakan pekerjaan yang sangat penting baginya (seperti tidur, mencari nafkah, dan lain sebagainya).” [fathul mu’in halaman 3].

Sholat qhodo’ adakalanya dengan udzur dan tanpa udzur. Dianggap udzur apabila tidur dan lupa yang tidak sembrono (seperti tidur sebelum waktu sholat dan menyangka bangun sebelum habisnya waktu sholat).

Mengqhodo’ sholat hukumnya sunnah dengan cara tartib (berurutan) sepertihalnya mengqhodo’ sholat subuh sebelum sholat dhuhur apabila sholat yang di tinggalkan sebab udzur juga sunnah mendahului sholat qhodo’ daripada sholat hadiroh (ada’) meskipun khawatir tertinggalnya sholat berjamaah, namun harus waktu sholat ada’ itu tidak hampir habis, apabila waktu sholat ada’ hampir habis maka hukumnya wajib mengakhiri sholat qhodo’ yakni mendahulukan sholat ada’. Akan tetapi sholat yang di tinggalkan sebab tanpa udzur maka hukumnya wajib mendahulukan dan tidak sunnah tartib.

Hukumnya sunnah juga mendahulukan sholat qhodo’ dengan udzur daripada sholat rawatib (sholat qobliyah dan ba’diyah), akan tetapi hukumnya wajib mendahulukan sholat qhodo’ daripada sholat rawatib apabila sholat qhodo’ya tanpa udzur.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan