Mengibas dan Mengelap Air Wudu

Irsyad
2 Min Read

Oleh: Irsyad12 dan Hushen

            Dalam syariat Islam, wudu merupakan suatu hal yang sangat penting dan pokok yang tidak dapat ditinggalkan. Karena hampir seluruh ibadah yang ada, di dalamnya mengharuskan bersuci terlebih dahulu. Bersuci dapat diperoleh dengan jalan berwudu atau penggantinya.

            Berbicara seputar wudu tidak hanya menyangkut sah atau tidak. Namun juga mengenai kesempurnaan wudu itu sendiri. Banyak orang mengabaikan kesempurnaan wudu. Mereka tidak menyadari telah melakukan sesuatu yang dapat mengurangi pahala wudu itu sendiri, yakni mengerjakan kemakruhan. Kasus yang sering kali ditemui adalah mengibaskan sisa-sisa air wudu dan mengelapnya dengan handuk.

Sebagaimana keterangan yang terdapat dalam kitab Attanbih fil Fiqhi Assyafi’i:

وأن لا ينفض يده, وأن لا ينشف أعضاءه, وأن لا يستعين في وضوئه بأحد,  وان استعان به جاز[1]… 

 

…dan ketika berwudu hendaknya (sunnah) tidak mengibas-ngibaskan tangan, mengeringkan/mengelap anggota wudu, dan tidak meminta bantuan kepada orang lain dalam pekerjaan wudunya. Namun jika tetap meminta tolong tidak apa-apa (tidak dosa).

 

            Dari sini dapat disimpulkan bahwa berwudu dengan tidak mengibas dan mengelap air wudu lebih sempurna pahalanya dari pada yang melakukannya. Karena kemakruhan merupakan pekerjaan yang sunnah ditinggalkan[2]. Hal tersebut memang terlihat sepele, namun tidak boleh disepelekan. Terbiasa melakukan perkara makruh bukanlah perilaku baik.

  

belajarlah mengerjakan sesuatu dengan sempurna! [3]

 

           

   

  

[1] Attanbih fil Fiqhi Assyafi’i, hal. 15

[2] Mukhtashor Almabadi Alfiqhiyyah, juz 2, hal. 3

[3] Kh. Sakip bin Mahfud

 

 

 

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan